Tahun 2012 kemarin, Indonesia, tepatnya Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, Sumatera berhasil melahirkan bayi badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) pertama di Asia yang lahir dari perkawinan induk di penangkaran. Bayi badak ini diberi nama Andatu, singkatan dari 'anugerah dari Tuhan'. Andatu juga merupakan singkatan dari nama kedua orang tuanya, Andalas, pejantan yang didatangkan dari Suaka Rhino Sumatera (SRS) dan Ratu, ibunya.
Kelahiran Andatu sangat dinanti banyak pihak. Bayangkan, sejak
penangkaran badak pertama kali, 126 tahun silam di India. Tak heran,
begitu Ratu hamil lagi (dua kehamilan sebelumnya keguguran), tim dokter
dari Indonesia, Australia, AS, dan Badan Konservasi Dunia (IUCN)
mencurahkan perhatian khusus. Proses Ratu melahirkan di salah satu kandang SRS pun dipantau ketat lewat
kamera khusus, hingga kelahirannya pada tanggal 23 Juni 2012 pukul 00:45.
"Begitu lahir, kami bersorak melebihi merayakan gol," kata Widodo
Ramono, Direktur Eksekutif Yayasan Badak Indonesia (Yabi) di Kementerian
Kehutanan.
Kelahiran hidup Andatu, setelah dua kali Ratu keguguran, diklaim keberhasilan penangkaran badak Sumatra di Indonesia. Wah. Sementara itu, Andalas
rencananya akan dikawinkan lagi dengan badak sumatera betina lain
bernama Rosa dari Bukit Barisan Selatan, dan Bina dari Way Kambas.
Andatu sendiri, Juni tahun lalu baru saja merayakan ulang tahunnya yang pertama lo. Untuk memperingati
satu tahun Andatu, Menhut memberikan buah-buahan yang dirangkai seperti
gunungan kepada anak badak beserta induknya. Hadiah spesialnya untuk Andatu adalah pelepasliarannya oleh Menhut karena sejak dilahirkan
dari rahim induknya, Andatu bersama sang
induk tinggal di Suaka Rhino Sumatera dan diamati dengan intensif
oleh pawang dan dokter hewan.
Nah, menurut WWF, badak merupakan salah satu satwa karismatik bagi upaya konservasi di dunia. Terdapat lima sub spesies badak di dunia yang terancam punah dan dua diantaranya ada di Indonesia, yaitu badak Jawa dan badak Sumatera. Indonesia sendiri adalah satu-satunya negara di dunia yang memiliki populasi tersisa badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) sebanyak sekitar 50 ekor di Taman Nasional Ujung Kulon. Populasi badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) juga dalam kondisi yang tidak kalah kritisnya. Saat ini diperkirakan hanya sekitar 200 individu badak Sumatera yang tersebar di Sumatera bagian utara dan selatan. Jika upaya penyelamatan tidak segera ditingkatkan maka dipastikan kita tidak akan bisa melihat badak lagi. Duh.
Semoga Andatu tumbuh sehat ya, dan semoga banyak lahir bayi bayi badak lainnya menyusul kesuksesan kelahiran Andatu. Kita berdoa saja :)
Oiya, untuk info tambahan, dunia memperingati hari badak Internasional pada 22 Desember. sedangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan momentum Tahun Badak Internasional pada hari kelahiran Andatu, 23 Juni 2012. Mari ikut serta menyelamatkan hidup badak!
source: http://www.wwf.or.id/?29421/Dunia-Peringati-Hari-Badak-Internasional, http://www.antaranews.com/berita/381539/bayi-badak-andatu-dilepasliarkan, http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/06/bayi-badak-andatu-setelah-124-tahun, http://sains.kompas.com/read/2012/06/25/1651511/Andatu.Nama.Bayi.Badak.Sumatera.di.Way.Kambas